Kamis, 03 Februari 2011

Bentuk Hujan

Bentuknya hati, kata seorang pejalan kaki.
Bentuknya serpihan, kata yang sedang patah hati.
Bentuknya pisau, kata dia yang ingin bunuh diri.

Hujan bermain lagi.
Ia buat genangan, supaya kamu yang lewat, bisa lihat lebih lekat.

Hujan makin menjadi.
Ia buat refleksi.
Kebetulan kamu lewat.
Kebetulan kamu sedang membungkam perasaan.
Hujan tahu.
Maka hujan akan menggambar sesuatu...
Ia membuatmu malu, Ia menebak hatimu.

Kamu bohong pada hujan.
Kamu bilang dia romantis.
Tapi hujan tahu...
Romantis bagimu hanyalah kontemplasi dari serpihan kerapuhan, yang kamu kira kristal kebahagiaan.

Kamu bilang bentuknya sendu.
Dan detak-detak hujan itu memberimu isyarat...
bahwa sendu bagimu adalah ketika kamu selesai memupuk kesepian dan bangkit dengan kedok kemandirian.

Bentuknya bulat, kata seorang anak.
Bentuknya mirip air mata, kata ibunya.
Bentuknya cantik, kata sang suami dengan sebelah mata tertuju pada wanita di seberang sana.

Apa bentuknya?
Tanyaku, mencoba mengelabui hujan.