mengapakah kamu bungkam, tuan serba bisa?
yang menanti sekian lama...
yang menapakkan langkah pada ujung hati si wanita tanpa nama
lentera...
aku butuh lentera...
kartu lentera...
dia yang bilang aku butuh lentera...
kejelasan dan kepastian cuma isyarat
ini bukan soal lentera
ini soal siapa yang menang?
pertandinganku begitu rumit, tuan serba bisa.
kamu menyulut perang saudara.
sekarang hati dan logikaku saling mengelabui.
saling membunuh demi eksistensi.
eksistensi dimana?
di dunia nyata?
di kepala?
coba tanya lentera.
kalau-kalau lentera tahu...
apa yang sebenarnya mereka mau
mungkin lentera tahu, salah satu memang harus mati.
bunuh hatiku, tuan serba bisa...
tapi sisakan logikaku
jangan bungkam, tuan serba bisa.
hancurkan hatiku.
dengan begitu logikaku akan menang.
kartu lentera...
bilang pada tuan serba bisa...
ini bukan soal lentera..
ini soal dia.