Senin, 19 Maret 2012

Ruang Putih, Aksen Merah

Bisa kurasakan ruang putih ini terengah-engah
Denyutnya melemah
Semangatnya? jangan ditanya... patah.

Penghuninya jengah.
Entah karena lelah atau hilang arah
Pemiliknya? kita semua tahu dia sedang marah

Mungkin karena satu per satu angkat kaki
Dengan langkah pasti berpindah ke ruang lain
Ruang kuning, ruang merah, ruang hijau dan ruang di luar ruang lingkup industri ini

Dan untuk itulah tulisan ini dibuat...
Untuk kami kami yang masih percaya diri untuk tidak melangkah pergi
Kami kami yang bisa saja kapanpun pergi...
Bulan ini, tahun ini, bulan depan, tahun depan...
Tapi kami masih di sini...
Dengan sisa pemikiran yang kami yakini.

Tapi tunggu sebentar...
Jangan salah menilai tulisan ini
Bukan karena aku peduli atau cinta atau dedikasi
Bagiku, ada yang salah...
Sekrup atau roda yang berjalan di luar kendali

Tapi siapa peduli
Akan kuangkat emasku nanti.
Entah di sini atau di ruang lain
Atau kalaupun tidak sama sekali, tak akan yang mati.