Senin, 30 September 2013

Dialog dengan tulisan saya sendiri

Lama tak berjumpa halaman ini.
Blog pribadi.
sebuah hobi yang saya dedikasikan untuk diri sendiri.

Saya copywriter.
Pekerjaan saya menulis.
Hobi saya...salah satunya menulis.

Kata orang, hobi adalah sesuatu yang kita lakukan untuk kepuasan diri sendiri.
Bukan untuk orang lain, bukan juga untuk uang.

Semua tulisan di halaman blog ini adalah bagian dari hobi saya.
Sebagian besar tentang apa yang beterbangan di dalam kepala, ada juga tentang yang muncul di depan mata.

Tapi semuanya saya tulis karena saya ingin menulis.
Tanpa revisi berkali-kali dan tanpa komentar "bisa di-push lagi."

Ada yang baca ya bagus, tidak ada ya tidak masalah.
Ada yang bilang bagus, ada yang nggak suka ya sudahlah.
Yang jelas saya menikmati.

Saat hobi menjadi bagian utama dari pekerjaan saya, ternyata itu jadi masalah.
Saat saya remuk dan muak karena pekerjaan, saya butuh pelarian.
Sesuatu yang sama sekali bukan pekerjaan.
Biasanya liburan. Tapi liburan butuh uang, butuh persiapan dan yang paling penting...butuh izin cuti.

Saat satu-satunya pelarian adalah membenamkan diri dalam hobi, saya menemukan diri saya seperti bertemu lagi dan lagi dengan pekerjaan.
Iya...menulis itu yang saya maksud.

Saya seperti kehilangan pelarian, kehabisan hiburan.
Menulis harusnya jadi pelarian pertama saya.
Itu yang dulu terjadi selama bertahun-tahun. Lari dari kenyataan, dari kehidupan, dari apapun ke tulisan.

Sekarang bagaimana saya bisa lari dari menulis ke menulis lagi?

Itulah kenapa halaman ini lama kosong.
Kenapa kata-kata tidak lagi bisa bermetamorfosa jadi puisi atau sekedar keluhan hati.
Kenapa sayapnya hilang dan lupa caranya terbang.

Karena saya berhenti menulis untuk diri saya sendiri?

atau...

karena saya berhenti menulis tentang sesuatu yang saya sukai?