aku kembali menulis...
seperti dulu saat pena dan kertas menjadi satu-satunya teman...
aku kembali bercerita...
seperti dulu...
hhmmm... aku masih ingat dengan jelas...
saat itu musuhku bernama kesepian...
aku ingat betapa kejamnya dia...
pernah kutulis sebuah cerita tentangnya...
bagaimana ia setiap hari nyaris membunuhku...
bagaimana ia memburuku di tiap inci tempatku berpijak...
aku membencinya lebih dari apapun...
dan aku juga ingat...
saat itu...
hanya pena dan kertas yang sanggup mengusirnya...
aku kembali berpuisi...
seperti dulu ketika aku bertikai dengan diriku sendiri...
dan puisi sering kali jadi pendamainya...
aku kembali menulis...
bukan karena masa-masa itu kembali lagi...
ia sudah jauh pergi...
bukan untuk menepis kesepian sambil berjuang memegang satu pribadi...
bukan karena kesendirian datang lagi...
lalu aku lari menuju khayalan seperti dulu...
aku kembali menulis...
karena dorongan hati yang tak pernah berhenti...
aku kembali menulis...
untuk jalan ke sebuah mimpi...
untuk hidup yang tak pasti...
mungkin untuk sekedar menemani hati...
aku kembali menulis...
untuk diriku yang akhirnya berhasil kutemui...
seperti dulu saat pena dan kertas menjadi satu-satunya teman...
aku kembali bercerita...
seperti dulu...
hhmmm... aku masih ingat dengan jelas...
saat itu musuhku bernama kesepian...
aku ingat betapa kejamnya dia...
pernah kutulis sebuah cerita tentangnya...
bagaimana ia setiap hari nyaris membunuhku...
bagaimana ia memburuku di tiap inci tempatku berpijak...
aku membencinya lebih dari apapun...
dan aku juga ingat...
saat itu...
hanya pena dan kertas yang sanggup mengusirnya...
aku kembali berpuisi...
seperti dulu ketika aku bertikai dengan diriku sendiri...
dan puisi sering kali jadi pendamainya...
aku kembali menulis...
bukan karena masa-masa itu kembali lagi...
ia sudah jauh pergi...
bukan untuk menepis kesepian sambil berjuang memegang satu pribadi...
bukan karena kesendirian datang lagi...
lalu aku lari menuju khayalan seperti dulu...
aku kembali menulis...
karena dorongan hati yang tak pernah berhenti...
aku kembali menulis...
untuk jalan ke sebuah mimpi...
untuk hidup yang tak pasti...
mungkin untuk sekedar menemani hati...
aku kembali menulis...
untuk diriku yang akhirnya berhasil kutemui...