secara ga sengaja, saya menemukan sebuah kartu bertuliskan The Gift of Hope yang pernah saya tulis pada 31 Desember 2008 lalu. kartu itu kalo dibuka ada 2 sisi. sisi yang kiri isinya tentang "blessing in 2008" dan dibawahnya ada kurang lebih 7 point penting yang saya tulis mengenai berkat-berkat apa saja yang saya dapat dari Tuhan selama tahun 2008.
di sisi satunya lagi ada "hopes for 2009" dan dibawahnya saya menulis 6 point penting yang sangat saya harapkan terjadi di tahun 2009. saya menulis lalu mendoakannya.
seiring dengan berjalannya waktu, berlalunya hari, dan banyaknya tantangan yang harus diatasi sepanjang tahun 2009... saya lupa apa saja detail dari point-point yang pernah saya tulis di kartu itu. saya hanya ingat pastinya saya memohon pada Tuhan agar tahun ini berjalan baik. dan hari ini, saya baru membacanya lagi.
hopes for 2009
- kuliah lancar
- magang di advertising agency
- teater paradoks makin maju
- Sarasehan kom'08 sukses
- ga sakit-sakitan
- menang lomba iklan
saya membaca satu per satu sambil mengingat apa yang sudah saya lewati selama 11 bulan di tahun 2009 ini. dan saya baru sadar...
semua yang saya harapkan, yang tertulis di kartu itu sudah dikabulkan oleh Tuhan. setiap point sudah Tuhan izinkan terjadi bahkan sebelum tahun ini berakhir.
Tuhan ga pernah lupa...
walaupun saya lupa.
Tuhan mengizinkan saya menemukan kembali kartu itu untuk mengingatkan saya bahwa saya sering lupa, sedangkan IA tidak.
untuk semua kesuksesan dan kegembiraan, saya sering lupa bersyukur.
untuk semua janji-janji dan nazar yang saya buat dengan DIA, saya lupa menepati.
untuk semua sakit hati dan kebencian pada orang lain, saya lupa mengampuni.
untuk setiap dosa dan pelanggaran, saya juga lupa meminta ampun.
Tapi Tuhan ga pernah lupa.
untuk setiap apa yang kita harapkan, doakan, inginkan, butuhkan....
yang kita tangisi, yang disimpan dalam hati...
Tuhan ga pernah lupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar