Jumat, 18 Juni 2010

beranjak dan melangkah pergi

Entah bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan ciptaan-Nya yang satu ini.
Yang aku tahu aku ditempatkan di sebuah tempat untuk berkarya.
Dan disitulah aku bertemu dia.

Entah bagaimana Tuhan menumbuhkan rasa.
Yang aku sendiri tidak bisa menganalisanya... Apalagi mendefinisikannya.

Entah bagaimana Tuhan mengatur setiap pertemuanku dengan dia.
Entah bagaimana Tuhan mengarahkan topik pembicaraan...
Dan entah bagaimana Tuhan membuat kami jadi sedekat itu.

Sampai detik ini, semuanya misteri... Paling tidak untukku.
Entah bagaimana Tuhan merencanakan semuanya.

Aku ingat...
Sejak rasa itu ada... Entah apa dan bagaimana...
Aku mulai berdoa...
Memanjatkan kata-kata, meminta tanda.

Lalu satu per satu peristiwa di luar perkiraanku terjadi.
Peristiwa-peristiwa ajaib... Ya paling tidak menurutku begitu.

Lalu aku anggap itulah tanda.
Ada kalanya aku bertanya apa benar itulah tandanya.
Sampai pada titik aku percaya.

Dan malam ini...
Aku datang pada yang Kuasa...
Yang selalu beri aku tanda.

Aku berdoa.

Memohon agar lagi-lagi Ia mau tunjukkan jalan.

Tanda itu hilang, Bapa...
Aku tidak lagi melihatnya.

Salahkah aku apabila menawarkan perjanjian pada-Mu?
Salahkah aku yang bernegosiasi dengan-Mu?

Aku kehilangan tanda itu, Bapa...
Aku ingin beranjak dan melangkah pergi saja.
Seperti anak-anak yang merengek...
Seperti bocah-bocah ngambek...

Aku ingin beranjak dan melangkah pergi.
Dari titik telah berjalan sejauh ini...
Aku enggan kembali ke awal...
Aku pergi saja...
Mencari garis start yang baru...
Menemukan perlombaan baru...
Mungkin bisa lebih seru...
Aku ingin membangun istanaku...

Aku enggan ada di sini...
Aku ingin beranjak dan melangkah pergi.
Apakah itu berarti aku keluar dari jalur yang telah Kau atur, ya Tuhanku?