Bayi gajah yatim piatu yang tersesat di pemukiman warga di Aceh.
Sekali lagi alam semesta membawa saya pada sebuah kisah tentang hewan.
Dari iseng baca-baca timeline twitter, sampailah saya pada hash tag #saveraju.
Berselancar terus di dunia internet hingga terdampar di sebuah page FB berjudul Peduli Raju.
Di situlah saya bertemu Raju (lewat gambar dan kata-kata yang bertutur).
Umurnya masih 2 minggu saat ia dan kakaknya Raja tersesat di pemukiman warga. Raja tak sanggup bertahan, meninggalkan Raju sendirian tanpa susu dan jadi tontonan warga yang tak tahu bagaimana cara menyelamatkan hewan. Raju di ikat di pohon. Kurang gizi dan ketakutan.

Sekelompok relawan berjuang mencapai lokasi terpencil itu. Warga tidak mengizinkan Raju dibawa oleh dokter hewan tanpa uang tebusan yang mereka klaim atas rusaknya pekarangan saat anak-anak gajah ini datang.
Total biaya yang dibutuhkan untuk evakuasi adalah 15juta.
Saya tidak di sana, tidak melihat Raju langsung.
Tapi rasanya saya tidak bisa kalau tidak melakukan sesuatu.
Ada gerakan 1000untukRaju yang digalang relawan di Aceh.
Ada juga no.rek di spanduk Save Raju dan untungnya saya sempat membaca lebih jauh update di FB hingga menemukan sistem donasi yang lebih mudah. Landing page yang langsung terkoneksi dengan PayPal.
Tidak besar memang, donasi yang saya kirim untuk Raju.
Tapi saya kirim itu bersama harapan supaya Raju selamat.
Saya sempat cerita ke teman saya, Dini, tentang Raju. Dini tergerak untuk ikut menolong.
Sekali lagi, tidak besar memang apa yang kami berikan untuk Raju.
Tapi saya percaya, berapa pun yang orang-orang dimana pun berikan, semuanya teriring doa mereka untuk bayi gajah kecil Raju.
Hari ini saya buka update-nya lagi.
Donasi yang terkumpul berhasil memaksa warga melepaskan Raju.
Raju sekarang sudah sampai di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh dan bertemu keluarga barunya.

Sekali lagi hewan mengajarkan saya.
Selama ini saya menyaksikan begitu banyak orang jahat pada hewan. Pemilik yang menelantarkan anjing, orang utan yang dibunuh, upacara pengorbanan hewan dan masih banyak lagi.
Tapi saya melihat para relawan ini.
Dari berbagai daerah mereka berasal, mereka berkumpul demi Raju.
Keyakinan bahwa masih banyak manusia baik di bumi ini yang mau ikut membantu Raju dari jauh.
Keyakinan bahwa donasi akan terkumpul dari manusia yang (ternyata) masih peduli nasib hewan.
Keyakinan yang meyakinkan mereka untuk bergerak sampai ke tempat Raju.
Saya mulai yakin bumi masih punya harapan.
Masih ada cukup manusia yang kepeduliannya sampai di titik rela melakukan sesuatu untuk alam, untuk pohon-pohon, untuk para hewan.
Dari Raju saya belajar bahwa bahkan bayi hewan pun bisa bersuara sekeras itu dalam bahasa yang tidak kita mengerti.
Begitu keras untuk memanggil para manusia yang masih berhati untuk berlari.
Penyayang hewan di luar sana. Siapa pun kalian, dimana pun kalian.
Salam kenal.
Percayalah alam ini bersuara. Pada waktu yang sudah dituliskan, kita akan terhubung satu sama lain untuk sebuah tujuan.
- Posted using BlogPress from my iPad