Senin, 29 Juni 2009

bla... bla... bla... dan mimpi...

saya selalu yakin bahwa semua hal berawal dari mimpi...

saya hadir di dunia ini,
saya rasa juga hasil dari mimpi-mimpi orang tua saya untuk punya keturunan yang dapat membanggakan mereka suatu saat nanti.

saya yang saat ini...
adalah hasil dari serangkaian mimpi-mimpi...

mimpi bisa kuliah di UI...
mimpi dapat IPK bagus...
mimpi bisa menang Award...
mimpi untuk bisa beranjak dewasa...
mimpi bisa hidup mandiri...
semuanya dimulai dari mimpi...

sejauh mana kekuatan dari sesuatu yang disebut mimpi tersebut?
bagaimana sebuah mimpi diaplikasikan ke dalam realita yang pada akhirnya dapat melahirkan serangkaian usaha untuk menggapainya...
atau paling tidak, membuahkan sedikit keyakinan bahwa ia, si mimpi ini, bukan hanya sekedar mimpi?

kalau sedang merenung, saya sering mencoba menguraikan bagaimana pucuk-pucuk mimpi diproses menjadi sebuah pencapaian...
kalau dipikir-pikir...
agak sulit menemukan korelasi yang tepat antara keinginan, harapan, dan pikiran yang dilebur dalam wujud sebuah mimpi, yang dikonversi menjadi usaha dan diperas sampai menjadi sebuah hasil...

lagi-lagi ini sebuah mimpi...
mimpi untuk dapat menguraikan sebuah hal yang disebut mimpi...

lelah berpikir...
saya akhirnya mengakhiri hanya dengan sebuah mimpi...

mimpi bahwa suatu saat nanti...
mimipi-mimpi yang tertulis di dalam tulisan ini bisa menghasilkan sesuatu...

Rabu, 24 Juni 2009

katanya negara ini menganut 5 agama...

saya baru saja membaca beberapa berita mengenai capres-cawapres, lengkap dengan istri-istri mereka yang katanya ikut mempengaruhi elektabilitas para capres-cawapres.

salah satu berita yang saya baca adalah mengenai istri Boediono yang sedang gencar berkampanye di depan para ibu-ibu muslimah.
Pada kesempatan tersebut, menurut berita, istri Boediono menggunakan jilbab untuk menepis isu bahwa beliau non-muslim.
Dalam salah satu berita menulis beliau diisukan penganut Khatolik.

pertanyaan saya...
Kalau seandainya beliau benar non-muslim memangnya kenapa??
Seingat saya negara ini masih mengakui 5 agama yang dinyatakan sah dalam kehidupan bernegara.

Dan kalaupun beliau memang muslim dan sedang berusaha menepis isu tersebut karena tidak sesuai dengan keyakinan beliau... ya memang seharusnya itu yang dilakukan.
tapi yang saya herankan adalah...

masih dalam berita yang sama, saya mengutip langsung kalimat :
"Dengan diselenggarakannya acara ini, dapat menjadi kanal untuk menyingkap yang tersekat, mengurai yang tersumbat dan meluruskan yang bengkok. Sehingga umat dapat memperoleh informasi yang jelas daripada hanya berprasangka tidak baik," ujar Ketua Umum PP Taslimah, Wiryaningsih dalam rilis tersebut.

garis bawah pada kata "tidak baik".
kalau memang benar isu tersebut salah, harusnya dikategorikan dalam term "tidak benar".

"....berprasangka tidak baik...."
apa kalau seandainya beliau memang non-muslim berarti tidak baik??

mungkin ada yang bisa menjelaskan kepada saya apa sebenarnya ideologi negara ini...
atau bagaimana aplikasi yang benar sebenar-benarnya mengenai peran dan pengakuan 5 agama di negara ini terkait dengan penerapan ajaran masing-masing agama dan kehidupan bernegara...
selain itu, saya juga ingin tahu...
dalam tubuh ideologi yang bernama demokrasi, apa masih ada tempat untuk diskriminasi?

kalau seandainya ada ajaran agama yang bertentangan dengan prinsip negara, mana yang harus dijunjung tinggi dalam konteks berNEGARA... bukan berAGAMA...?
sejauh mana batasan kehidupan berNEGARA dan kehidupan berAGAMA?

karena jujur saja saya agak bingung...
seingat saya sih... ya kalau saya tidak salah...
negara ini masih mengakui 5 agama sebagai pilar-pilar dalam struktur negara.

Minggu, 21 Juni 2009

CARAKA FESTIVAL KREATIF 2009

Kamis 18 Juni 2009...
"selamat ya... jadi finalis Caraka kategori print Ad...! ditunggu besok di Semarang ya untuk workshop dan awarding night..."
berawal dari ucapan dari salah satu panitia Caraka sore itu, saya naik kereta ke Semarang Sabtu pagi bersama Astra.

Jumat 19 Juni 2009, sekitar pukul 16.00... saya sudah menginjak tanah Semarang...
kota yang kurang lebih 15 tahun tidak pernah saya kunjungi setelah saya pergi ke Jakarta saat umur 3,5 tahun.

saya sudah lupa total bagaimana tepatnya keadaan kota ini belasan tahun yang lalu...
mengunjunginya sekarang rasanya seperti baru pertama kali ke kota ini.

2 orang panitia datang menjemput tak berapa lama setelah saya dan astra sampai.
kami langsung dibawa ke tempat workshop, dan disana telah siap 4 tim finalis lainnya beserta para pembicara.

workshop berlangsung 3 sesi... dan diakhiri dengan penugasan kepada para finalis untuk membuat sebuah kampanye iklan menggunakan media baru yang besok harus dipresentasikan di depan para juri.

semua finalis bergabung dengan para finalis kategori fotografi untuk segera naik bus menuju penginapan.
sepanjang perjalanan, saya dan astra membicarakan rencana kampanye dengan penuh semangat...
ya... kurang lebih draft nya sudah jadi...
tinggal memikirkan pertimbangan lain dan menyusunnya dalam power point.

tak disangka... panitia Caraka ini hebat juga...
mereka menyediakan penginapan yang luar biasa nyaman dengan pemandangan menghadap pegunungan yang juga luar biasa indah...

setelah mendapat kamar masing-masing, saya dan astra berencana melanjutkan brainstorming untuk presentasi besok...
sayangnya, rasa lelah mengalahkan semuanya...
saya dan astra langsung tertidur pulas sesampainya di kamar.

pukul 05.00 saya terbangun...
agak kaget... karena ternyata sudah pagi dan saya belum membuat presentasi...

saya segera membangunkan astra, lalu meminjam laptop ke panitia.

saatnya berpikir keras...
saya kembali menusun program2 dan tools2 yang akan kami pakai untuk menjawab brief dan menuangkannya dalam bentuk kampanye.

saya membuat power point...
astra menggambar beberapa eksekusi...
sambil kami berdiskusi tentang detail-detail yang mendukung tiap-tiap program dan sistematikanya.

singkat cerita...
kami sudah berada di ruangan workshop dan sedang menunggu giliran presentasi.

presentasi kamu berjalan cukup lancar...
hanya beberapa hambatan yang membuat presentasi kami tidak tuntas karena masalah waktu.

singkat cerita lagi...
pukul 19.00...
kami dan para finalis lainnya usdah berada di bus menuju hotel temapt diselenggarakannya Awarding Night Caraka Ferstival Kreatif 2009.

panitia ini memang benar-benar hebat.
Awarding night diselenggarakan dengan sangat mewah...
dibuka dengan gala dinner bersama para pejabat PPPI Ja-Teng, para juri, dan kami para finalis.

"untuk kategori desain kemasan... bronze diraih oleh........" kurang lebih begitu cara MC mengumumkan juara dari tiap kategori.
dilanjutkan dengan kategori radio script...
kemudian desain grafis...
lalu fotografi... (salah satu junior saya kom UI '08, fabel mendapat gold)
dan inilah yang membuat saya dag...dig...dug... sejak di bus...

"untuk kategori print Ad... bronze diraih oleh... Eka dan .... dari UNS!!"
kedua teman baruku itu kemudian naik ke panggung diiringi tepuk tangan meriah.

deg...deg...deg...
saya bisa merasakan suara detak jantung saya sendiri saat itu...

"silver...! diraih oleh........"
suara kaleng dipukul... suara gendang ditabuh... suara stick saling beradu...
"..... Angel Roberty dan R.Astra dari Universitas Indonesia!!"

saya tertunduk sebentar kemudian teman-teman lain segera menjabat tangan memberi selamat...
saya bangkit dari kursi...
dan berjalan diikuti astra menuju panggung.

ini pertama kalinya saya berada di atas panggung...
untuk sebuah kompetisi iklan...
setelah kesekian kalinya mencoba dan berusaha...

seorang pejabat PPPI menyerahkan piala dan sejumlah uang kepada saya dan astra...
kemudian yang saya ingat...
saat itu pandangan saya rasanya silau karena banyaknya blitz kamera di depan panggung...

setelah itu masih banyak hal-hal menarik lain yang saya alami...
salah satunya adalah acara kumpul-kumpul santai para finalis untuk saling bercerita, sharing, membicarakan berbagai hal dari yang umum sampai yang aneh2 menyangkut idealisme dan prinsip ke-Tuhanan, dan masih banyak lagi...

.... dan cerita ini ditutup dengan renungan saya sendiri...
bahwa ini adalah anak tangga pertama yang sudah berhasil saya pijak...
masih banyak anak tangga lain yang harus terus saya naiki untuk sampai di paling atas...

atau mungkin tidak akan pernah ada kata "paling atas"...
karena proses pembelajaran dan impian adalah tidak terbatas...

Thanx God...

Minggu, 14 Juni 2009

manusia dan kebosanan

manusia dan kebosanan sedang duduk berhadapan di satu meja...
bermain catur...

manusia menggerakkan pion...
menarik nafas panjang...
dan bertanya pada kebosanan
"kenapa lagi-lagi kamu yang bermain bersamaku?"

kebosanan menggerakkan kuda dan menjawab
"karena tak ada orang lain yang bermain bersamamu... masih untung kau kutemani...
daripada kamu bermain dengan kesendirian... atau kau mau kesepian yang menemanimu?"

"haaaah... kalian sama saja" kata manusia sambil memakan pion milik kebosanan.

waktu terus bergulir dan permainan terus berlanjut...

"skak mat!" teriak kebosanan kegirangan...

manusia berpikir lamaaaa sekali....
kenapa ia selalu kalah dengan kebosanan...

"hahahaha... aku menang lagi hai manusia...!
kamu terlalu lama berpikir... berpikir apa yang akan kamu lakukan untuk membuat aku kalah... sehingga kau bisa mengusirku...
atau kamu terlalu banyak diam... berharap aku akan pergi sendiri...

harusnya kamu segera melakukan sesuatu...
paling ttidak mengganti permainan menjadi yang lebih menyenenagkan agar kecerian datang menggatikan aku..."

Jumat, 12 Juni 2009

masa depan

suatu malam...
masa depan datang ke mimpi seseorang... sebut saja dia Z...
masa depan bartanya pada Z...
"apa yang kamu inginkan dari saya?"
Z menjawab...
"saya ingin menjadi orang kaya, dengan keluarga yang bahagia, lengkap dengan uang yang banyak."
masa depan tersenyum dan berjanji akan mengabulkannya.

keesokan harinya Z bangun...
mulai dari hari itu, Z menjalani hidupnya seperti biasa...

masa depan tidak pernah lupa janjinya...
ia menunggu Z untuk menghampirinya...

mungkin saja Z yang lupa pada masa depan...
ia melewatkan banyak kesempatan...
melewatkan banyak pelajaran...
dan mengulangi banyak kesalahan...

suatu malam Z bermimpi...
masa depan datang lagi...
kali ini Z bertanya, "kenapa kamu tidak menepati janjimu??"
"kenapa kamu tidak memberikan apa-apa... bahkan kamu tidak pernah datang sampai aku sudah setua ini..."

masa depan tersenyum dan menjawab...
"aku selalu ingat padamu... aku bahwa selalu menantimu setiap detik...
aku telah menyiapkan banyak sekali kesuksesan untukmu...
tapi kamu tidak pernah sadar...
bahwa tiap detik yang akan kamu lewati adalah bagian dariku...
tiap hari yang akan kamu mulai adalah jalan untuk menggapaiku...
kamu selalu berpikir bahwa aku masih jauh di depan sana dan akan tiba saatnya aku yang menghampirimu...
padahal sebenarnya... setiap kali waktu berlalu...
aku ada disitu...
dan aku akan segera jadi masa lalu...
lalu waktu berganti...
aku datang lagi...
terus...
lalu lagi-lagi aku menjadi masa lalu..."

"lalu siapa sebenarnya kamu, masa depan?" Z berteriak...

"aku adalah setiap detik yang kamu lalui...
setiap kesempatan yang kamu ambil...
setiap pelajaran yang kamu petik...
setiap usaha yang kamu kerahkan...
setiap hasil yang kamu capai...
dan dari semuanya itu... kalau kamu sadari...
kamu sedang menggegamku erat-erat..."

seorang supir taksi bergelar sarjana ekonomi

suatu malam setelah saya dan teman saya lembur, kami memesan taksi untuk pulang.
supir taksi yang kami pesan segera menghampiri ketika kami mendekat ke taksinya yang parkir di depan kantor.
supir tersebut mempersilahkan kami masuk dengan sikap ramah yang tidak seperti supir taksi pada umumnya.
pak supir membuka percakapan dengan bertanya, "mau kemana dek?"
"depok pak." jawab saya.
saya melirik ke ID card di dashboard depan untuk mencatat nama dan nomer taksi sebagai prosedur pengisian voucher taksi.
saya lupa siapa tepatnya nama bapak itu. tapi yang saya ingat, di belakang nama itu tertulis ...., Se.

tergerak oleh rasa penasaran, saya bertanya, "pak, Se itu sarjana ekonomi ya?"
"iya... saya dari Pancasila" jawab pak supir sambil tersenyum.

sepertinya bapak supir itu tahu bahwa saya mungkin akan lanjut bertanya mengapa ia tidak kerja kantoran atau kenapa ia menjadi supir taksi.
itulah sebabnya, bapak itu segera melanjutkan kalimatnya sebelum saya sempat bertanya.
"saya dulu ketja di asuransi 'dek. udah 20 tahun..."
"oh ya... uda banyak banyak pengalaman dong pak udah expert lah ya pak?" jawab saya dengan nada kaget (dan memang benar saya kaget mendengarnya).
"wah dek' udah busuk malah..." ia tertawa.
"yang namanya piagam tu udah menumpuk di rumah..." lanjutnya.

"trus kenapa ga dilanjutin pak?" saya memberanikan diri bertanya.
"yaaahhh... kantornya udah dijual sama yang punya." jawabnya lirih.

saya kontan melanjutkan, "kenapa ga jadi dosen aja pak?"
"ya... blom pernah kepikiran sih 'dek."

saya semakin bersemangat untuk meyakinkan pak supir bahwa dengan gelar itu dan pengalaman sebanyak itu, ia bisa saja menjadi dosen. toh sekarang bayak dosen yang belum S2 tapi berpengalaman yang diperbolehkan mengajar.

bapak supir kemudian tersenyum, "wah... nanti mungkin akan saya coba. trima kasih atas sarannya ya 'dek."

singkat cerita, taksi ini sudah hampir sampai.
pembicaraan terakhir yang saya ingat adalah bahwa bapak supir ini dulu SMA di 70.
"hebat dong pak!" sahut saya bersemangat. "saya aja dulu mau masuk situ tapi gagal..." saya melanjutkan dengan bersemangat.

"kiri ya pak..."
taksi sudah samapai di depan gang kosan saya.

sambil berjalan ke dalam kosan saya berpikir...
tadi itu sebenarnya kejadian biasa dengan percakapan biasa...

tapi saya belajar satu hal...

sebegitu tidak pastinya hidup sampai orang tidak pernah tau akan dibawa ke arah mana olehnya...
setiap hari... setiap jam adalah tentang ketidakpastian akan apa yang akan terjadi setelahnya...

bapak ini, saya rasa, mungkin pernah berharap...
mungkin pernah merencanakan...
menjalani masa tua sebagai seorang direktur...
atau memulai masa pensiunnya dengan bersantai di rumah karena kariernya begitu menanjak pesat sampai tidak perlu lagi bekerja...

tapi sebegitu tidak pastinya hidup...
banyak pilihan atau tidak punya pilihan lain tampak seperti sama saja...
toh tiap pilihan sebenarnya tidak ada yang menjanjikan sebuah kepastian...

yang saya tahu...
bapak ini pasti sudah memilih...
dan yang saya lihat...
bapak ini menjalani pilihannya dengan kerelaan hati dan semangat yang besar...

bapak ini pasti orang sukses... pikir saya...
karena kesuksesan tidak hanya bicara soal profesi...
kesuksesan bukan tentang uang di sana-sini...atau popularitas tinggi...

kesuksesan adalah tentang bagaimana seseorang menjalani setiap ketidakpastian dengan sebuah keyakinan...
dan bagaimana sebuah keyakinan membawanya kepada sebuah pilihan....
lalu bagaimana ia menjalani... dan berakhir di jalan yang sudah ia pilih...


Minggu, 07 Juni 2009

Kamis, 04 Juni 2009

internal meeting

third day of my job...

i make 1 story line for TVC and 1 copy for print Ad.

then...
the pitching team continue the brainstorm...

while waiting our ECD for internal meeting, we chat many things...

i love to be here...
they're are a good people... with good attitude... and good job of course...

at 5.30 o'clock...
our ECD command us to go to the meeting room.
there are uor ECD, my pitcing team, about 3-4 AE, 1 from proximity, and the owner.

our ECD oopen the meeting
then my friend at my team start to tell the story of the all ideas...

after that,
every one gives critique, input, and comment to each idea...
include the owner...

so the meeting closed by the conclusion and evaluation.

this is my first time...
see the real internal meeting to present the idea at Ad Agency.

thanx God...

overtime work

still second day of my job.

today i join with Avena pitching team to brainstorm some ideas.

over 2.00 o'clock we discuss some ideas which relate to the brief.

it's hard to make an idea that relevant with the brand and it's USP.

so, we keep thinking...
which idea can inform the product clearly.

we decide to work overtime tonight.

we go to the cafe... thinking...
we back to the office... thinking...

i tell my idea...
and it's like nothing for them.

they're so creative...
really smart, hard worker, and quick think...

then, we give about 5 ideas.

it finish at 11.30 o'clock.

my friend gives me 1 taxi voucher to go home because it's already late of night.
so, we go home with 5 ideas to present tomorrow.

my friend and i arrive at Depok at 12.00 o'clock
i sleep at her room for tonight.

i really really tired.

thanx God, for the experiences all this day...

Selasa, 02 Juni 2009

things to do to be a copywriter

today i go to the record studio to fix some TVC voices over.
on the way... my senior said, if you want to be a copywriter... you must :
- watch a lot of movies
- read a lot of books
- hear a lot of radio commercials
- see a lot of ads
- learn about the visual, not just a copy
- writing, of course...

let me see...
from those points... which one i already did??

- watch a lot of movies, eeemmm... sometimes... if I happen to go with 'meong', I go to the cinema.
watch DVD?? seldom...
ok... that is... from now... I must watch a lot of movies.

- read a lot of books...
in the past, yes. but now... ok, i must start to do that habit again.

- hear a lot of rad-com?
oh no... i never do this... hahahahaha...
let's do it... from now...

- see a lot of ads
yeah... because of 'meong'... i habitual to do this one.

- learn about the visual, not just a copy
no comment... just do it...

- writing...
I have been doing.

Senin, 01 Juni 2009

a simple story to start my day

second day at my office.

i walking out from my room at 7.00 o'clock. i think i will go with my friends by bus.
but i can't contact her.

so, i go by train.
while i waiting for the train, i sit at one chair at station.

then one train ic coming.
from far away, i see that train is full of people.
it's already 7.15 o'clock, so i decide too keep go by this full train.

until...
"auch...!"

somebody from up the train is throwing me with a little stone.

that stone hit my lips...

shit! it's hurt...

oke, i turn back to the chair and wait for the next train.

someone who sit beside me said that there is a train to Jakarta will come early.

he's right, one train coming and nat too full like before.

so i went by this train.

luckily, a good man please me to sit while he stand from his chair.
so i sit from depok to jakarta.

i arrive at cawang station at 8.00 o'clock.
i went by bus to Hero building.
Gatot Subroto street ia crowded at the morning...
luckily again, there is one empty chair.
so i take that empty chair and sit comfortly.

i'm a little bit panic because the street is very crowded and it's already 8.15 o'clock.

i arrive at Hero building at 8.25.

i walk faster to 7 floor and take my absent card exact 8.30 o'clock.
then i make a glass of sereal, chat with my friend, then turn of this computer to write this simple story to start my day.

thanx God for this morning...
please stay with me all this day...
and help me to do my work...