kemarin malam bulan purnama terangnya minta ampun. saya iseng-iseng ke luar kamar dan lihat ke langit. awanya luar biasa bagus. abu-abu bertumpuk membentuk seperti karpet bulu yang luas. semakin diperhatikan, bentuknya semakin sering berubah. lama-lama jalinan karpet bulu tadi merenggang dan berjajar lagi menjadi bentuk lain di atas langit kelabu yang luas.
imaginasi saya mulai berputar-putar.
lalu dimana letaknya surga dan neraka?
kalau kita berdoa, ada kecenderungan untuk melihat ke atas, melihat ke langit.
Tuhan yang kita sembah dengan berbagai versi agama juga punya sebutan universal: YANG DI ATAS.
kira-kira dimana ya surga dan neraka itu?
di luar angkasa? di planet lain? di ujung tata surya? dimana?
saya pernah berpikir, jangan-jangan surga itu ya bumi kita ini.
makanya orang-orang ribut soal merawat bumi dari kerusakan.
karena ya tempat inilah yang akan jadi surga kita nanti.
terus neraka ada dimana?
kecenderungan pemahaman bahwa neraka itu letaknya di bawah.
jangan-jangan neraka juga sebenarnya ya di dasar bumi kita ini.
tapi kalau dipikir-pikir lagi, kiamat kan sepertinya ya kurang lebih bumi akan hancur lebur tuh.
berarti surga dan neraka tempatnya bukan di bumi.
atau bisa aja neraka itu planet mars dan surga planet eemm... apa lah.
tata surya, kata para ilmuan, adalah sebuah dimensi tanpa batas.
mungkin sebenarnya ada batasnya. lalu lewat dari batas itulah terdapat surga dan neraka. terdapat tempat tinggal Tuhan, di luar tata surya yang kita kenal.
dalam konstruksi pemikiran saya, surga mungkin dulu pernah ada di bumi. di suatu tempat entah dimana. manusia telah menjadi semakin jahat sehingga Tuhan memindahkannya, juga entah kemana.
lalu bagaimana dengan makhluk-makhluk lain di luar bumi, kalau memang benar ada. apakah mereka juga akan masuk surga atau neraka?
apakah kedua tempat itu telah menjadi konsensus umum di semua makhluk hidup, di bumi dan planet-planet lain?
apakah alien ada?
apakah alien mengenal mekanisme masuk surga atau neraka?
saya banyak membaca buku tentang orang-orang yang bersaksi pernah dibawa ke surga dan neraka. dulu juga pernah populer sebuah buku yang berjudul "Aku Pernah Mati" tentang seorang tentara sekarat, kemudian bertemu sinar terang yang ditafsirkan sebagai Tuhan dan dibawa ke surga serta neraka.
penggambaran mengenai dua tempat tadi di setiap buku kesaksian berbeda-beda.
apa mereka benar-benar dibawa ke sana atau tidak, juga tidak ada yang bisa menjamin kebenarannya.
dengan jutaan pertanyaan itu saya selalu punya keinginan.
seandainya Tuhan mengizinkan saya mati dan membawa saya ke surga dan neraka, lalu membuat saya hidup lagi untuk mensyukuri betapa berartinya hidup yang IA berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar