Minggu, 28 November 2010

ah... kamu lagi

Pada titik tertentu, itu kamu. Aku belum beranjak dan rasanya kamupun masih berpijak. Masih kamu.

Lalu waktu menari lagi. berjalan dari satu masa ke masa lain, terbang maju dari hari, minggu dan bulan. Ada kalanya beberapa manusia, termasuk aku... memaksanya untuk mundur hingga dua, tiga, dua puluh jengkal ke belakang. sekedar untuk memuaskan diri dengan kejayaan lampau. Faktanya, sejauh jengkal dimana aku bisa memaksa waktu untuk melangkah ke belakang... aku ketemu kamu lagi. Masih kamu pada masa itu.

Lalu dengan kesal waktu akan berlari lebih kencang, sekedar untuk menyadarkan aku bahwa ia harus terbang, begitupun aku. Yang lebih menyebalkan adalah lagi-lagi aku melihat kamu dalam hitungan ratusan kilo meter di depan, di masa dimana waktupun belum sampai di sana. Paling tidak aku belum menemukan orang lain yang mungkin seharusnya ada di sana. Atau jangan-jangan pikiranku masih terbiasa untuk menempatkan kamu di sana?

Ngomong-ngomong soal waktu, ia ada di sini sekarang. Pada masa inipun, yang ada di sini... ya kamu. Rasanya aku pernah berharap andai pikiranku punya sayap selebar waktu supaya dia bisa terbang lebih jauh, lebih cepat. Cuma untuk keluar dari zona kamu. Cuma biar bisa berada terlalu jauh dari kamu.

Sahabat waktu, yang namanya ruang. Aduh, dia lebih parah lagi. Yang ini aku menyerah. Ruang tidak berpindah, tidak luwes seperti waktu. aku yang harusnya berpindah. tapi lagi-lagi masalah waktu. "Belum waktunya...", kata pikiranku. Bagaimana caranya aku main akal-akalan dengan si ruang ini. Biar dia nggak bisa mempertemukan aku sama kamu. Biar dia lupa kalau kamu ada di situ.

Selesai dengan permainan ruang dan waktu ini. Secara umum, toh hidup masih berjalan seperti biasa. Maka aku kembali lagi, ke realita. Masalahnya...
Ah... kamu lagi...

Tidak ada komentar: