suatu siang bolong terang-benderang...
hadir begitu saja...
seperti yang sebelum-sebelumnya...
suatu rutinitas nyata yang biasa...
muncul tiba-tiba...
tapi kali ini beda...
ada harapan membumbung yang lebih punya arti...
dalam hati, antara sampai atau tidak sampai...
antara mungkin, tidak mungkin...
satu, dua, tiga langkah tidak percuma...
ada kata-kata, ada makna...
satu, dua, tiga langkah ada rencana...
ada peristiwa, ada yang tercipta...
mungkin rasa, mungkin sekedar pelengkap cerita...
galau, sendu, hampa pada awalnya
tapi toh tetap ada yang kilasan bahagia
sebuah dunia menanti untuk dirangkai.
yang lainnya siap dibantai.
maka kuraup sisa kekuatan...
selesai.
senyum pasti, langkah b'rani dilebur bersama ide yang diagung-agungkan bernama optimisme.
meraih jalan dan lupakan.
yang di belakang biar di belakang.
tepuk tangan untuk keberanian.
satu, dua, tiga langkah...
SALAH.
remuk, redam, pilu, luruh, pedih, kusam, pudar...
dunia itu tidak pernah benar-benar ada.
dunia itu tidak di sana.
itu...
fana.
dimensi-dimensi terbentuk sendirinya.
tembok terbangun, manusia bangkit, cinta bersemi.
dunia terbentuk.
tapi bukan di duniaku.
aku melihat dengan jelas.
bayang-banyang tak pasti dan sinar kemilau palsu.
bulan dan matahari dan bintang...
tercetak dari imajiku sendiri.
dunia itu...
bagian dari serbuk-serbuk mimpi yang kususun rapi...
padatkan lalu awetkan...
hembuskan nafas dan hidupkan...
maka kuberi kamu nama... mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar