ada saat dimana kita punya awan abu-abu
tumpukan kegelisahan
bom kemarahan
serbuk iri beterbangan
pertanyaan tanpa jawaban
ketakutan yang menyusup pelan-pelan
ada saat dimana awan abu-abu luruh jadi hujan
gerimis basah
rintik yang lebur bersama bumi
bergabung dengan air lain, mengikuti gemericik yang membawanya entah kemana
tanpa direncanakan, ada saatnya awan abu-abu kita memilih untuk berteriak dengan gemuruh
tajam, keras
kilatan yang menyambar tanpa haluan
menyilet langit, memanggil badai tanpa peduli kehancuran
ada saat dimana senja terlalu indah
pagi terlalu cerah
dan awan abu-abu kita memutuskan untuk menggantung saja
menggelayut tanpa hujan, tanpa kilat
mengambang sampai angin mengusirnya pelan
...dan yang tersisa adalah kita menghela nafas lalu melanjutkan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar