Suatu sore ketika waktu merangkak lebih lama dari biasanya.
Jenuh dan tanda tanya malah muncul lebih cepat dari seharusnya.
Langit abu-abu dicoret pantulan merah jambu sehabis hujan semu.
Sebuah refleksi dari apa yang terjadi dalam kepala....
Yang belum usang walau telah lewat senja.
Dalam kepala, dia beringsut menjauh dari suara di luar sana.
Kembali ke sudut dan kembali ke persidangan.
Sidang oleh dirinya, untuk dirinya.
Kembali ditanya oleh hakim yang adalah hati dan pikirannya.
Terus digugat oleh ragu...
Tak punya jawaban bagai orang dungu.
Saksi-saksi bertebaran.
Sisa kemarahan dan lelah berkepanjangan bersaksi tentang gugatan untuk dirinya.
Dan ketika sang hakim bersiap mengetuk palu.
Hukuman untuknya sedang dipertimbangkan satu-satu.
Pelanggarannya adalah lupa pada dirinya yang dulu.
Berhenti saat yang lain berlari.
Alam pikiran abu-abu merah jambu.
Hakim akan mengetuk palu.
Dia itu aku.
- Posted using BlogPress from my iPad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar