Minggu, 27 Desember 2009

Pemulung Kecil dan Momogi

Malam itu saya berjalan dari stasiun UI menuju margonda.
Anak laki-laki itu tiba-tiba muncul di samping saya. Tingginya kurang lebih sepinggang saya, membawa karung berisi botol bekas di punggungnya. Ia menunjuk-nunjuk lampu sorot yang ditembakkan ke langit. Wajahnya semangat sekali.
Sirkus, katanya.
Ya, memang sedang berlangsung sirkus meriah di jalan margonda selama beberapa minggu itu.

"kakak mau pulang ya?" tiba-tiba Ia bertanya.

"Iya." Saya tersenyum.

"kakak abis kerja ya?"

"enggak. aku abis kuliah"

"iya, kerja kan?"

Miris.
Dia pasti tidak pernah mengenyam apa yang disebut pendidikan.
Baginya, sekolah tidak ada bedanya dengan bekerja.
Baginya, mengumpulkan botol bekas tiap malam adalah bentuk lain dari pergi ke sekolah.

Dia berhenti beberapa langkah di belakang saya untuk mengorek tong sampah di toko.

Saya mampir di salah satu toko dan membeli momogi. Saya mau kasi dia momogi. Maklum, uang saya saat itu hanya bisa membeli itu.
Andai saya bisa mengajaknya nonton sirkus.

"Nih buat kamu. suka momogi ga?"

Anak itu tersenyum.
"Ga usah kak. aku masih kenyang kok. buat kakak aja."

"gak pa-pa. aku beli buat kamu. aku juga udah kenyang."

Selama beberapa detik terjadi adegan sodor-sodoran. Saya mau kasi, dia ga mau.
Dia bilang buat saya aja, saya bilang buat dia aja.

Akhirnya kalimat paling mengharukan keluar dari mulut Si Pemulung kecil itu.

"Buat kakak aja. kasian kan kakak jalannya masih jauh, momoginya buat kakak ngemil sepanjang jalan. Biar kakak ga laper di jalan..."

Saya diam. Dia diam.
Saya senyum, dia balas senyum.
Lalu Ia berjalan mendahului saya.

Semoga suatu saat nanti saya bisa bertemu dia lagi di acara sirkus.
Entah dia akhirnya punya cukup uang untuk membeli tiketnya.
Atau saya yang punya cukup uang untuk membelikan dia tiket.

Sabtu, 05 Desember 2009

Anak-Anak Pengamen Jalanan

hari ini saya pulang naik kereta ekonomi ke depok pukul 21.00 WIB. tidak jauh dari tempat saya duduk, ada segerombolan anak-anak pengamen jalanan yang duduk melingkar di lantai kereta api, kebetulan kereta tidak terlalu penuh.

mereka bernyanyi bukan untuk mengamen yang berakhir dengan mengedarkan kantong ke para penumpang. mereka hanya menyanyi sambil tertawa-tawa. lelah bernyanyi untuk orang lain atas nama perut, bernyanyi untuk hati terlihat lebih menyenangkan.

ada 2 orang yang main ukulele, ada yang main kecrekan khas pengamen, ada yang hanya tepuk tangan. yang pasti mereka semua menyanyikan lagu yang sama, berganti dari satu lagi ke lagu lain. mereka bernyanyi dari hati, dengan ekspresi yang berbeda dari ketika mereka bernyanyi lalu menyodorkan tangan dengan muka entah benar-benar sedih atau agar tampak sedih.

yang menarik, lagu-lagu yang dinyanyikan bukan lagu milik The Massive atau Hijau Daun atau Kuburan yang sering kita dengar. mereka menyanyikan lagu-lagu mereka sendiri. lebih tepatnya hasil jeritan hati.

lagu tentang kebobrokan pemerintah, korupsi, hukum yang tidak adil, kemiskinan, demokrasi, diskriminasi di rumah sakit, sampai ada lagu yang khusus menceritakan keprihatinan terhadap Marsinah.

ada 1 lagu yang saya suka karena nadanya bagus dan liriknya catchy. kurang lebih seperti ini reff-nya.

"penjahat-penjahat kecil dihakimi, penjahat besar dilindungi.
aparat keparat, polisi bangsat.
jaksa dan hakim tai kucing."


mereka terlihat lelah setelah bekerja seharian. tapi lirik itu, mereka nyanyikan dengan suara lantang dan makian yang jelas berasal dari dalam hati.

Andai kata ada salah satu dari para Menteri yang tergerak merasakan sesaknya naik kereta api ekonomi untuk melihat mereka. andai kata ada salah satu pejabat pemerintah yang bersedia duduk di antara kami untuk mendengar mereka bernyanyi.

bernyanyi tentang kalian. bernyanyi tentang kita.
yang dalam segala kemegahannya masih berpikir untuk mengambil sepersekian sen milik negara untuk mereka.

Selasa, 01 Desember 2009

saya percaya surga dan neraka ada. tapi ada dimana??

kemarin malam bulan purnama terangnya minta ampun. saya iseng-iseng ke luar kamar dan lihat ke langit. awanya luar biasa bagus. abu-abu bertumpuk membentuk seperti karpet bulu yang luas. semakin diperhatikan, bentuknya semakin sering berubah. lama-lama jalinan karpet bulu tadi merenggang dan berjajar lagi menjadi bentuk lain di atas langit kelabu yang luas.

imaginasi saya mulai berputar-putar.
lalu dimana letaknya surga dan neraka?
kalau kita berdoa, ada kecenderungan untuk melihat ke atas, melihat ke langit.
Tuhan yang kita sembah dengan berbagai versi agama juga punya sebutan universal: YANG DI ATAS.

kira-kira dimana ya surga dan neraka itu?
di luar angkasa? di planet lain? di ujung tata surya? dimana?

saya pernah berpikir, jangan-jangan surga itu ya bumi kita ini.
makanya orang-orang ribut soal merawat bumi dari kerusakan.
karena ya tempat inilah yang akan jadi surga kita nanti.

terus neraka ada dimana?
kecenderungan pemahaman bahwa neraka itu letaknya di bawah.
jangan-jangan neraka juga sebenarnya ya di dasar bumi kita ini.

tapi kalau dipikir-pikir lagi, kiamat kan sepertinya ya kurang lebih bumi akan hancur lebur tuh.
berarti surga dan neraka tempatnya bukan di bumi.

atau bisa aja neraka itu planet mars dan surga planet eemm... apa lah.
tata surya, kata para ilmuan, adalah sebuah dimensi tanpa batas.
mungkin sebenarnya ada batasnya. lalu lewat dari batas itulah terdapat surga dan neraka. terdapat tempat tinggal Tuhan, di luar tata surya yang kita kenal.

dalam konstruksi pemikiran saya, surga mungkin dulu pernah ada di bumi. di suatu tempat entah dimana. manusia telah menjadi semakin jahat sehingga Tuhan memindahkannya, juga entah kemana.

lalu bagaimana dengan makhluk-makhluk lain di luar bumi, kalau memang benar ada. apakah mereka juga akan masuk surga atau neraka?
apakah kedua tempat itu telah menjadi konsensus umum di semua makhluk hidup, di bumi dan planet-planet lain?

apakah alien ada?
apakah alien mengenal mekanisme masuk surga atau neraka?

saya banyak membaca buku tentang orang-orang yang bersaksi pernah dibawa ke surga dan neraka. dulu juga pernah populer sebuah buku yang berjudul "Aku Pernah Mati" tentang seorang tentara sekarat, kemudian bertemu sinar terang yang ditafsirkan sebagai Tuhan dan dibawa ke surga serta neraka.

penggambaran mengenai dua tempat tadi di setiap buku kesaksian berbeda-beda.
apa mereka benar-benar dibawa ke sana atau tidak, juga tidak ada yang bisa menjamin kebenarannya.

dengan jutaan pertanyaan itu saya selalu punya keinginan.
seandainya Tuhan mengizinkan saya mati dan membawa saya ke surga dan neraka, lalu membuat saya hidup lagi untuk mensyukuri betapa berartinya hidup yang IA berikan.

Minggu, 29 November 2009

kotak putih

dalam kotak putih itu pernah terjadi sesuatu.
pernah terjadi banyak hal.

dalam kotak putih itu.
katanya ada banyak barang lain.
katanya ada kehidupan.
ada jantung yang berdetak.
ada otak yang berpikir berdenyut-denyut.

di kotak putih itu.
nyali mengkerut.

kadang rasa berpaut.
entah dengan air mata atau dengan senyum gembira.
mungkin dengan hampa.

di sebuah sisi kotak putih itu
ada jendela menuju dunia luar.
ada sinar matahari, ada langit, ada awan
yang akan selalu menyadarkan si penunggu kotak bahwa dunia masih menunggunya.

di sisi yang berlawanan ada pintu yang juga menuju dunia luar.
sebuah batas bagi sang penunggu untuk sembunyi.
atau sekedar menyembunyikan nyali yang mengkerut.
persis seperti rumah siput.

di sudutnya terpampang beberapa penghargaan.
sedikit pembuktian bahwa di dunia luar, nyali si penunggu tidak mengkerut.
tapi tidak dalam kotak putih itu.

dalam kotak.
hatinya luruh, hasratnya runtuh.

ada kehampaan yang dipaksa pergi oleh alunan lagu riang.
lebih sering kesepian yang diusir keluar lewat jendela dunia yang berukuran 15 inchi.
yang konon katanya mampu menghubungkan seseorang dengan dunia di semua benua.

kotak putih itu menyimpan jutaan rahasia.
ribuan kejahatan yang disusun rapi terpisah dengan kumpulan harapan.
dalam lacinya ada tumpukan kerinduan.
kadang-kadang terselip beberapa lembar ketakutan.

rak-rak berisi kenangan disusun sejajar.
agak berantakan karena ada saat-saat dimana kebahagiaan tidak bisa ditempatkan terpisah dari kesedihan.

dalam kotak putih itu
sang penunggu sedang menunggu.
apakah hari ini cukup cerah baginya untuk berkelana keluar.

Kamis, 12 November 2009

Tuhan ga pernah lupa...

secara ga sengaja, saya menemukan sebuah kartu bertuliskan The Gift of Hope yang pernah saya tulis pada 31 Desember 2008 lalu. kartu itu kalo dibuka ada 2 sisi. sisi yang kiri isinya tentang "blessing in 2008" dan dibawahnya ada kurang lebih 7 point penting yang saya tulis mengenai berkat-berkat apa saja yang saya dapat dari Tuhan selama tahun 2008.

di sisi satunya lagi ada "hopes for 2009" dan dibawahnya saya menulis 6 point penting yang sangat saya harapkan terjadi di tahun 2009. saya menulis lalu mendoakannya.

seiring dengan berjalannya waktu, berlalunya hari, dan banyaknya tantangan yang harus diatasi sepanjang tahun 2009... saya lupa apa saja detail dari point-point yang pernah saya tulis di kartu itu. saya hanya ingat pastinya saya memohon pada Tuhan agar tahun ini berjalan baik. dan hari ini, saya baru membacanya lagi.

hopes for 2009
- kuliah lancar
- magang di advertising agency
- teater paradoks makin maju
- Sarasehan kom'08 sukses
- ga sakit-sakitan
- menang lomba iklan

saya membaca satu per satu sambil mengingat apa yang sudah saya lewati selama 11 bulan di tahun 2009 ini. dan saya baru sadar...
semua yang saya harapkan, yang tertulis di kartu itu sudah dikabulkan oleh Tuhan. setiap point sudah Tuhan izinkan terjadi bahkan sebelum tahun ini berakhir.

Tuhan ga pernah lupa...
walaupun saya lupa.

Tuhan mengizinkan saya menemukan kembali kartu itu untuk mengingatkan saya bahwa saya sering lupa, sedangkan IA tidak.

untuk semua kesuksesan dan kegembiraan, saya sering lupa bersyukur.
untuk semua janji-janji dan nazar yang saya buat dengan DIA, saya lupa menepati.
untuk semua sakit hati dan kebencian pada orang lain, saya lupa mengampuni.
untuk setiap dosa dan pelanggaran, saya juga lupa meminta ampun.

Tapi Tuhan ga pernah lupa.
untuk setiap apa yang kita harapkan, doakan, inginkan, butuhkan....
yang kita tangisi, yang disimpan dalam hati...

Tuhan ga pernah lupa.

Jumat, 06 November 2009

mulai keranjingan omegle.com

Dulu sempet mulai main-main sama situs ini tapi ga dapet senengnya.

Omegle.com - talk to stranger

Sekarang iseng-iseng mulai lagi dan ternyata menemukan kesenangan baru hahaha. udah gitu ada manfaat lain, bisa sekalian improve bahasa inggris. karena di situs ini orang yang kita ajak ngobrol adalah orang luar (kadang orang Indonesia yang ngaku orang luar) dan orang yang gak dikenal, jadi cuek aja walaupun grammar berantakan.

Kalo lagi hoki ya dapet orang yang tujuan ngobrolnya sama, buat improve inggrisnya. obrolannya jadi asik dan ga "aneh-aneh". apalagi kalo dari Asia, biasanya grammarnya juga agak berantakan. kadang-kadang diawalin pake tulisan korea atau cina. lucu juga ya...

Kadang-kadang ada juga orang iseng yang "aneh-aneh"... langsung disconnect dan mulai conversation lain.

Kadang gw yang iseng. Ngaku-ngaku makhluk luar angkasa yang mau kasi peringatan ke bumi. atau ngaku berasal dari planet yang isinya cewe semua dan ga tau apa itu makhluk yang disebut 'male. kalo lawan bicaranya BT paling langsung di-disconnect. Tapi aja juga ya nanggepin hahahaha. malah nanya, "are you a human or ET?" hahahahaha.

Kalo udah kaya gitu berarti gw anggap dia lawan bicara yang lumayan asik. Jadi gw terusin ngobrol sebagai makhluk dari luar angkasa. dan si lawan bicara mulai ikut-ikutan ngaku sebagai makhluk dari Venus. Hhahahahaha...

Itu yang gw maksud sebagai kesenangan baru...

Baru-baru ini gw chat sama cewe umur 19 tahun dari Cina. Namanya Annie Zheng. Kuliah di HK ambil accounting (setelah gw search My Space-nya). Bukan tipe orang yang bisa gw ajak ngobrol sebagai makhluk asing, tapi asik juga buat nambah temen. Gw buka-buka blognya http://blog.sina.com.cn/zhengj008, ternyata blog orang Cina keren juga. Tapi sayang ga bisa dibaca karena tulisan Cina semua. Dia juga sepertinya bakal kesulitan baca blog gw hehehe..

Lumayan... dapet temen baru dari luar...




Jumat, 30 Oktober 2009

LEBIH DARI SEKEDAR KEHILANGAN LAPTOP

Beberapa minggu yang lalu, laptop saya hilang dengan sangat tragis dan ironis. Sekarang udah ngerelain bener-bener ngerelain laptopnya...

Tapi lebih dari sekedar kehilangan laptop.
Lebih dari setengah hidup saya selama sekitar dua tahun terakhir ada dalam laptop itu. Berhubung saya ga punya PC, ya samuanya bener-bener disimpan di laptop itu.

Saya kehilangan lebih dari sekedar laptop.

Saya kehilangan foto-foto dan video yang katanya adalah bentuk pengabadian moment dan kenangan yang ga bisa terulang.
Saya kehilangan semua file dan data-data baik tugas maupun semua hal yang bersangkutan dengan kampus.
Saya kehilangan berkas-berkas dan hasil magang saya di BBDO.
Saya kehilangan tulisan-tulisan terdahulu saya yang belum sempat saya posting ke blog.
Saya kehilangan data-data Tugas Karya Akhir saya.
Saya kehilangan entry-entry lomba yang pernah saya ikuti.
Saya kehilangan kado ultah handmade untuk Astra.
Saya kehilangan ratusan lagu yang entah butuh waktu berapa lama untuk men-download lagi.

Saya kehilangan memory storage kedua setelah otak saya, yang berisi semua kenangan dan hasil dari kenangan-kenangan tersebut.


SAYA DAN ANAK TUNGGAL

Anak tunggal dengan orang tua tunggal yg sepanjang hidupnya berusaha percaya pada kata-kata orang yang selalu bilang, "enak dong anak tunggal..."

Sepanjang hidup saya sering dihujani dengan kalimat, "oh lo anak tunggal, asik dong?!"
Tapi sepanjang itu juga saya berusaha percaya pada "tuduhan" itu. Dengan kata lain, sebenarnya saya sama sekali tidak pernah meng-iya-kan statement tersebut.

Waktu kecil, seingat saya ada saat-saat dimana saya sendirian di rumah, tidak ada telepon, tidak ada HP, tidak ada anak tetangga yang seumuran saya, dan belum ada internet.
Hanya ada TV dan keadaan itu berlangsung selama kurang lebih 9 jam setiap hari sampai akhirnya ibu saya pulang kantor.

Seingat saya juga, satu-satunya yang bisa saya lakukan untuk menghibur diri adalah menonton TV. Tapi saya tidak terlalu suka acara TV kebanyakan (kebencian saya pada sinetron sudah tumbuh sejak masih kecil).

Saya sering kehabisan akal bagaimana caranya membuat rasa kesepian itu pergi. Lebih tepatnya, bagaimana membuat saya bisa berbicara dengan orang lain agar tidak merasa sendirian. Akhirnya saya "menciptakan" teman-teman dalam pikiran saya. Sekarang saya sudah tidak ingat lagi siapa nama-nama mereka. Tapi toh mereka pernah ada, setidaknya dalam pikiran saya, untuk membuat saya merasa ada orang yang bisa saya ajak bicara. Saya bicara pada mereka selama berjam-jam, dengan suara, gerakan tangan, dan ekspresi seperti sedang benar-benar bicara pada orang lain.

Mulai sadar bahwa berbicara pada teman-teman imajiner adalah aneh karena berarti saya berbicara sendiri, saya mulai mengurangi interaksi dengan mereka dan membunuh waktu dengan cara yang saya kira paling saya bisa lakukan,... menulis.
Saya menulis puisi. Sebagian besar tentang kesepian. Sebagian lain mempertanyakan kenapa, dan sisanya bercerita tentang perasaan aneh yang dialami seorang gadis kecil saat mulai masuk SMP, seperti suka, kangen, persahabatan, dll.

Saya juga menulis diary. Mengisahkan kejadian sepanjang hari, sepanjang yang bisa saya tulis. Benar-benar setiap hari dan benar-benar detail.


Akhirnya saya menemukan cara yang cukup ampuh untuk mengusir kesepian sekaligus membunuh waktu. Berkhayal.
Saya mengkhayalkan tentang apapun. Berjalan begitu saja, semau saya. Saya punya banyak cerita yang saya pikirkan dalam benak saya, juga banyak versi, dan tentunya banyak genre. Saya bisa menangis berhujan air mata berjam-jam ketika berkhayal tentang hal yang sangat menyedihkan. Fiktif tentunya. Tapi terasa sangat nyata dan jelas terbentuk alur serta tokohnya dalam pikiran saya.

Saya rasa saya mengalami kesepian akut saat seusia itu.


Saya juga tidak pernah percaya pada mitos yang bilang, "anak tunggal minta apa aja pasti dikasi" atau "anak tunggal bisa dapetin semua yang diinginkan" atau "anak tunggal dimanja dlm keluarga".
Karena buat saya, itu sepenuhnya mitos. Mungkin juga pernah menjadi salah satu kisah fiktif dalam dunia khayalan saya.

Semakin dewasa, dunia benar-benar berubah di mata saya.
Saya lupa tepatnya kapan. Tapi saya tahu ada saat dimana saya akhirnya lupa pada teman lama saya, kesepian.
Ada teman-teman baru yang datang menggantikannya. Kesibukan organisasi, cita-cita, tanggung jawab sekolah, tuntutan prestasi, dan pembelajaran diri sendiri.
Ada juga teman-teman baru yang nyata, yang menggantikan teman-teman imajiner.

Seiring dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan pengalaman. Saya akhirnya menemukan cara yang paling tepat untuk mengusir kesepian.

BERSYUKUR.

Jumat, 02 Oktober 2009

supir vs pacar

seorang teman lama saya curhat tentang cewenya yang baru minta putus.

saya nanya, "emang dia ngomonya gimana?"
dan teman saya memulai ceritanya, "gini ber......"

S (teman saya) : "kenapa sih yang... emang aku kurang sayang apa sama kamu?"
P (cw-nya) : "harusnya aku sadar kalo kamu ga punya kendaraan pribadi, tapi aku terus-terusan minta kamu jemput aku..."
(saya kira cw ini mulai sadar kalau teman saya terlalu baik buat dia)

S : "terus..."
P : "tapi apa gunanya cowo kalo ga bisa nganter-jemput?"
(apa gunanya supir kalo ada cowo yang nganter-jemput?)

S : "yaudah deh yang... aku mau berubah. aku janji. tapi kita balikan lagi ya. aku beli motor deh abis ini. sabar ya sayang. nunggu ada rezeki."
P : "oh oke... tapi kapan dong beli motornya?"
(buset...)

S : "aku usahain secepetnya. tapi kita balikan kan? aku masih sayang kamu"
P : "aku juga sebenernya masih sayang kamu. asal kamu mau janji bakal jemput aku tiap hari. aku ga minta banyak kok dari kamu. ga usah nganter deh... cukup jemput aja tiap hari"
(astaga...)

disusul dengan puluhan argumentasi berikutnya, akhirnya teman saya gagal memperbaiki hubungan mereka. dan ujung pembicaraan, tampaknya teman saya ingin mengakhirinya dengan ikhlas.

S : "yaudah kalo itu emang mau kamu sayang. semoga kamu dapet cowo yg lebih baik dari aku... yang punya motor dan mobil untuk selalu jemput kamu."
P : "ya ampun sayang... aku ga gitu2 banget kali."
(sedikit punya hati tampaknya...)

P melanjutkan : "ga usah dua2nya. yg penting punya salah satunya aja."
(loh...)

S : "kalo gitu aku kan punya salah satunya. aku punya motor kan 'yang"
P : "kan itu bukan motor kamu. itu motor ayah kamu"
(no comment...)

dan mereka pun putus.

setelah saya kata-katain temen saya dengan serentetan kalimat "bego bgt sih lo jadi cowo!" dan teman saya selalu membalas dengan "gw sayang bgt sama dia, gw yang salah, bla... bla... bla..."

saya akhirnya kasi dia saran...
"lain kali kalo cari majikan yang bener ya..."

Selasa, 21 Juli 2009

kembali...

aku kembali menulis...
seperti dulu saat pena dan kertas menjadi satu-satunya teman...

aku kembali bercerita...
seperti dulu...
hhmmm... aku masih ingat dengan jelas...
saat itu musuhku bernama kesepian...
aku ingat betapa kejamnya dia...
pernah kutulis sebuah cerita tentangnya...
bagaimana ia setiap hari nyaris membunuhku...
bagaimana ia memburuku di tiap inci tempatku berpijak...
aku membencinya lebih dari apapun...
dan aku juga ingat...
saat itu...
hanya pena dan kertas yang sanggup mengusirnya...

aku kembali berpuisi...
seperti dulu ketika aku bertikai dengan diriku sendiri...
dan puisi sering kali jadi pendamainya...

aku kembali menulis...
bukan karena masa-masa itu kembali lagi...
ia sudah jauh pergi...
bukan untuk menepis kesepian sambil berjuang memegang satu pribadi...
bukan karena kesendirian datang lagi...
lalu aku lari menuju khayalan seperti dulu...

aku kembali menulis...
karena dorongan hati yang tak pernah berhenti...

aku kembali menulis...
untuk jalan ke sebuah mimpi...
untuk hidup yang tak pasti...
mungkin untuk sekedar menemani hati...

aku kembali menulis...
untuk diriku yang akhirnya berhasil kutemui...

Rabu, 15 Juli 2009

Neraka di Stalingrad

sebuah buku berjudul "Neraka di Stalingrad"...
berisi runtutan kisah penyerangan Jerman ke Rusia yang didasari pada obsesi Hitler untuk menghancurkan ras-ras yang dianggap rendah. atau lebih tepat, perang melawan Rusia akibat ambisi pribadi Hitler untuk menundukkan Stalin.
Hitler ingin menguasai Stalingrad...
dan para petinggi militer ingin mempersembahkan kota itu sebagai hadiah untuk Hitler.
maka terlaksanalah Operasi Barbarossa.
sebuah awal yang penuh kemenangan ... dengan akhir berupa kehancuran...

terkadang ambisi, selain menjadi pemicu yang luarbiasa, bisa juga menjadi bumerang dan memutarbalikkan kemenangan.

buku itu juga menyisipkan beberapa surat-surat yang ditulis para tentara Jerman saat terkepung di stalingrad, dengan tanpa sedikitpun perintah penyelamatan keluar dari mulut Hitler.

ucapan selamat tinggal pada istri dan keluarga, keluhan tentang keadaan, hujatan untuk Hitler, sampai pertanyaan tentang keberadaan Tuhan menciptakan sebuah nuansa kelam tersendiri dalam setiap suratnya.

saya tertarik pada beberapa quote dari para tentara yang ditulis di surat-surat mereka.

"ketika orang putus asa, hanya kebenaranlah yang akan disampaikannnya."

lalu halaman demi halaman saya baca...

"di darat ada tembakan, meriam, dan mayat berserakan. di langit turun bom dan api. dan hanya Tuhan yang tidak ada disini. kalaupun Tuhan memang ada, tidak di Stalingrad."

"10 tahun yang lalu surat suara masih bisa menyelamatkan kita. sekarang kita harus membayarnya dengan nyawa."

saya belajar bahwa...
sesuatu yang dinamakan ambisi itu seperti sebuah mobil.
pengemudinya harus tahu kapan harus menginjak gas dan kapan harus menginjak rem...

Senin, 29 Juni 2009

bla... bla... bla... dan mimpi...

saya selalu yakin bahwa semua hal berawal dari mimpi...

saya hadir di dunia ini,
saya rasa juga hasil dari mimpi-mimpi orang tua saya untuk punya keturunan yang dapat membanggakan mereka suatu saat nanti.

saya yang saat ini...
adalah hasil dari serangkaian mimpi-mimpi...

mimpi bisa kuliah di UI...
mimpi dapat IPK bagus...
mimpi bisa menang Award...
mimpi untuk bisa beranjak dewasa...
mimpi bisa hidup mandiri...
semuanya dimulai dari mimpi...

sejauh mana kekuatan dari sesuatu yang disebut mimpi tersebut?
bagaimana sebuah mimpi diaplikasikan ke dalam realita yang pada akhirnya dapat melahirkan serangkaian usaha untuk menggapainya...
atau paling tidak, membuahkan sedikit keyakinan bahwa ia, si mimpi ini, bukan hanya sekedar mimpi?

kalau sedang merenung, saya sering mencoba menguraikan bagaimana pucuk-pucuk mimpi diproses menjadi sebuah pencapaian...
kalau dipikir-pikir...
agak sulit menemukan korelasi yang tepat antara keinginan, harapan, dan pikiran yang dilebur dalam wujud sebuah mimpi, yang dikonversi menjadi usaha dan diperas sampai menjadi sebuah hasil...

lagi-lagi ini sebuah mimpi...
mimpi untuk dapat menguraikan sebuah hal yang disebut mimpi...

lelah berpikir...
saya akhirnya mengakhiri hanya dengan sebuah mimpi...

mimpi bahwa suatu saat nanti...
mimipi-mimpi yang tertulis di dalam tulisan ini bisa menghasilkan sesuatu...

Rabu, 24 Juni 2009

katanya negara ini menganut 5 agama...

saya baru saja membaca beberapa berita mengenai capres-cawapres, lengkap dengan istri-istri mereka yang katanya ikut mempengaruhi elektabilitas para capres-cawapres.

salah satu berita yang saya baca adalah mengenai istri Boediono yang sedang gencar berkampanye di depan para ibu-ibu muslimah.
Pada kesempatan tersebut, menurut berita, istri Boediono menggunakan jilbab untuk menepis isu bahwa beliau non-muslim.
Dalam salah satu berita menulis beliau diisukan penganut Khatolik.

pertanyaan saya...
Kalau seandainya beliau benar non-muslim memangnya kenapa??
Seingat saya negara ini masih mengakui 5 agama yang dinyatakan sah dalam kehidupan bernegara.

Dan kalaupun beliau memang muslim dan sedang berusaha menepis isu tersebut karena tidak sesuai dengan keyakinan beliau... ya memang seharusnya itu yang dilakukan.
tapi yang saya herankan adalah...

masih dalam berita yang sama, saya mengutip langsung kalimat :
"Dengan diselenggarakannya acara ini, dapat menjadi kanal untuk menyingkap yang tersekat, mengurai yang tersumbat dan meluruskan yang bengkok. Sehingga umat dapat memperoleh informasi yang jelas daripada hanya berprasangka tidak baik," ujar Ketua Umum PP Taslimah, Wiryaningsih dalam rilis tersebut.

garis bawah pada kata "tidak baik".
kalau memang benar isu tersebut salah, harusnya dikategorikan dalam term "tidak benar".

"....berprasangka tidak baik...."
apa kalau seandainya beliau memang non-muslim berarti tidak baik??

mungkin ada yang bisa menjelaskan kepada saya apa sebenarnya ideologi negara ini...
atau bagaimana aplikasi yang benar sebenar-benarnya mengenai peran dan pengakuan 5 agama di negara ini terkait dengan penerapan ajaran masing-masing agama dan kehidupan bernegara...
selain itu, saya juga ingin tahu...
dalam tubuh ideologi yang bernama demokrasi, apa masih ada tempat untuk diskriminasi?

kalau seandainya ada ajaran agama yang bertentangan dengan prinsip negara, mana yang harus dijunjung tinggi dalam konteks berNEGARA... bukan berAGAMA...?
sejauh mana batasan kehidupan berNEGARA dan kehidupan berAGAMA?

karena jujur saja saya agak bingung...
seingat saya sih... ya kalau saya tidak salah...
negara ini masih mengakui 5 agama sebagai pilar-pilar dalam struktur negara.

Minggu, 21 Juni 2009

CARAKA FESTIVAL KREATIF 2009

Kamis 18 Juni 2009...
"selamat ya... jadi finalis Caraka kategori print Ad...! ditunggu besok di Semarang ya untuk workshop dan awarding night..."
berawal dari ucapan dari salah satu panitia Caraka sore itu, saya naik kereta ke Semarang Sabtu pagi bersama Astra.

Jumat 19 Juni 2009, sekitar pukul 16.00... saya sudah menginjak tanah Semarang...
kota yang kurang lebih 15 tahun tidak pernah saya kunjungi setelah saya pergi ke Jakarta saat umur 3,5 tahun.

saya sudah lupa total bagaimana tepatnya keadaan kota ini belasan tahun yang lalu...
mengunjunginya sekarang rasanya seperti baru pertama kali ke kota ini.

2 orang panitia datang menjemput tak berapa lama setelah saya dan astra sampai.
kami langsung dibawa ke tempat workshop, dan disana telah siap 4 tim finalis lainnya beserta para pembicara.

workshop berlangsung 3 sesi... dan diakhiri dengan penugasan kepada para finalis untuk membuat sebuah kampanye iklan menggunakan media baru yang besok harus dipresentasikan di depan para juri.

semua finalis bergabung dengan para finalis kategori fotografi untuk segera naik bus menuju penginapan.
sepanjang perjalanan, saya dan astra membicarakan rencana kampanye dengan penuh semangat...
ya... kurang lebih draft nya sudah jadi...
tinggal memikirkan pertimbangan lain dan menyusunnya dalam power point.

tak disangka... panitia Caraka ini hebat juga...
mereka menyediakan penginapan yang luar biasa nyaman dengan pemandangan menghadap pegunungan yang juga luar biasa indah...

setelah mendapat kamar masing-masing, saya dan astra berencana melanjutkan brainstorming untuk presentasi besok...
sayangnya, rasa lelah mengalahkan semuanya...
saya dan astra langsung tertidur pulas sesampainya di kamar.

pukul 05.00 saya terbangun...
agak kaget... karena ternyata sudah pagi dan saya belum membuat presentasi...

saya segera membangunkan astra, lalu meminjam laptop ke panitia.

saatnya berpikir keras...
saya kembali menusun program2 dan tools2 yang akan kami pakai untuk menjawab brief dan menuangkannya dalam bentuk kampanye.

saya membuat power point...
astra menggambar beberapa eksekusi...
sambil kami berdiskusi tentang detail-detail yang mendukung tiap-tiap program dan sistematikanya.

singkat cerita...
kami sudah berada di ruangan workshop dan sedang menunggu giliran presentasi.

presentasi kamu berjalan cukup lancar...
hanya beberapa hambatan yang membuat presentasi kami tidak tuntas karena masalah waktu.

singkat cerita lagi...
pukul 19.00...
kami dan para finalis lainnya usdah berada di bus menuju hotel temapt diselenggarakannya Awarding Night Caraka Ferstival Kreatif 2009.

panitia ini memang benar-benar hebat.
Awarding night diselenggarakan dengan sangat mewah...
dibuka dengan gala dinner bersama para pejabat PPPI Ja-Teng, para juri, dan kami para finalis.

"untuk kategori desain kemasan... bronze diraih oleh........" kurang lebih begitu cara MC mengumumkan juara dari tiap kategori.
dilanjutkan dengan kategori radio script...
kemudian desain grafis...
lalu fotografi... (salah satu junior saya kom UI '08, fabel mendapat gold)
dan inilah yang membuat saya dag...dig...dug... sejak di bus...

"untuk kategori print Ad... bronze diraih oleh... Eka dan .... dari UNS!!"
kedua teman baruku itu kemudian naik ke panggung diiringi tepuk tangan meriah.

deg...deg...deg...
saya bisa merasakan suara detak jantung saya sendiri saat itu...

"silver...! diraih oleh........"
suara kaleng dipukul... suara gendang ditabuh... suara stick saling beradu...
"..... Angel Roberty dan R.Astra dari Universitas Indonesia!!"

saya tertunduk sebentar kemudian teman-teman lain segera menjabat tangan memberi selamat...
saya bangkit dari kursi...
dan berjalan diikuti astra menuju panggung.

ini pertama kalinya saya berada di atas panggung...
untuk sebuah kompetisi iklan...
setelah kesekian kalinya mencoba dan berusaha...

seorang pejabat PPPI menyerahkan piala dan sejumlah uang kepada saya dan astra...
kemudian yang saya ingat...
saat itu pandangan saya rasanya silau karena banyaknya blitz kamera di depan panggung...

setelah itu masih banyak hal-hal menarik lain yang saya alami...
salah satunya adalah acara kumpul-kumpul santai para finalis untuk saling bercerita, sharing, membicarakan berbagai hal dari yang umum sampai yang aneh2 menyangkut idealisme dan prinsip ke-Tuhanan, dan masih banyak lagi...

.... dan cerita ini ditutup dengan renungan saya sendiri...
bahwa ini adalah anak tangga pertama yang sudah berhasil saya pijak...
masih banyak anak tangga lain yang harus terus saya naiki untuk sampai di paling atas...

atau mungkin tidak akan pernah ada kata "paling atas"...
karena proses pembelajaran dan impian adalah tidak terbatas...

Thanx God...

Minggu, 14 Juni 2009

manusia dan kebosanan

manusia dan kebosanan sedang duduk berhadapan di satu meja...
bermain catur...

manusia menggerakkan pion...
menarik nafas panjang...
dan bertanya pada kebosanan
"kenapa lagi-lagi kamu yang bermain bersamaku?"

kebosanan menggerakkan kuda dan menjawab
"karena tak ada orang lain yang bermain bersamamu... masih untung kau kutemani...
daripada kamu bermain dengan kesendirian... atau kau mau kesepian yang menemanimu?"

"haaaah... kalian sama saja" kata manusia sambil memakan pion milik kebosanan.

waktu terus bergulir dan permainan terus berlanjut...

"skak mat!" teriak kebosanan kegirangan...

manusia berpikir lamaaaa sekali....
kenapa ia selalu kalah dengan kebosanan...

"hahahaha... aku menang lagi hai manusia...!
kamu terlalu lama berpikir... berpikir apa yang akan kamu lakukan untuk membuat aku kalah... sehingga kau bisa mengusirku...
atau kamu terlalu banyak diam... berharap aku akan pergi sendiri...

harusnya kamu segera melakukan sesuatu...
paling ttidak mengganti permainan menjadi yang lebih menyenenagkan agar kecerian datang menggatikan aku..."

Jumat, 12 Juni 2009

masa depan

suatu malam...
masa depan datang ke mimpi seseorang... sebut saja dia Z...
masa depan bartanya pada Z...
"apa yang kamu inginkan dari saya?"
Z menjawab...
"saya ingin menjadi orang kaya, dengan keluarga yang bahagia, lengkap dengan uang yang banyak."
masa depan tersenyum dan berjanji akan mengabulkannya.

keesokan harinya Z bangun...
mulai dari hari itu, Z menjalani hidupnya seperti biasa...

masa depan tidak pernah lupa janjinya...
ia menunggu Z untuk menghampirinya...

mungkin saja Z yang lupa pada masa depan...
ia melewatkan banyak kesempatan...
melewatkan banyak pelajaran...
dan mengulangi banyak kesalahan...

suatu malam Z bermimpi...
masa depan datang lagi...
kali ini Z bertanya, "kenapa kamu tidak menepati janjimu??"
"kenapa kamu tidak memberikan apa-apa... bahkan kamu tidak pernah datang sampai aku sudah setua ini..."

masa depan tersenyum dan menjawab...
"aku selalu ingat padamu... aku bahwa selalu menantimu setiap detik...
aku telah menyiapkan banyak sekali kesuksesan untukmu...
tapi kamu tidak pernah sadar...
bahwa tiap detik yang akan kamu lewati adalah bagian dariku...
tiap hari yang akan kamu mulai adalah jalan untuk menggapaiku...
kamu selalu berpikir bahwa aku masih jauh di depan sana dan akan tiba saatnya aku yang menghampirimu...
padahal sebenarnya... setiap kali waktu berlalu...
aku ada disitu...
dan aku akan segera jadi masa lalu...
lalu waktu berganti...
aku datang lagi...
terus...
lalu lagi-lagi aku menjadi masa lalu..."

"lalu siapa sebenarnya kamu, masa depan?" Z berteriak...

"aku adalah setiap detik yang kamu lalui...
setiap kesempatan yang kamu ambil...
setiap pelajaran yang kamu petik...
setiap usaha yang kamu kerahkan...
setiap hasil yang kamu capai...
dan dari semuanya itu... kalau kamu sadari...
kamu sedang menggegamku erat-erat..."

seorang supir taksi bergelar sarjana ekonomi

suatu malam setelah saya dan teman saya lembur, kami memesan taksi untuk pulang.
supir taksi yang kami pesan segera menghampiri ketika kami mendekat ke taksinya yang parkir di depan kantor.
supir tersebut mempersilahkan kami masuk dengan sikap ramah yang tidak seperti supir taksi pada umumnya.
pak supir membuka percakapan dengan bertanya, "mau kemana dek?"
"depok pak." jawab saya.
saya melirik ke ID card di dashboard depan untuk mencatat nama dan nomer taksi sebagai prosedur pengisian voucher taksi.
saya lupa siapa tepatnya nama bapak itu. tapi yang saya ingat, di belakang nama itu tertulis ...., Se.

tergerak oleh rasa penasaran, saya bertanya, "pak, Se itu sarjana ekonomi ya?"
"iya... saya dari Pancasila" jawab pak supir sambil tersenyum.

sepertinya bapak supir itu tahu bahwa saya mungkin akan lanjut bertanya mengapa ia tidak kerja kantoran atau kenapa ia menjadi supir taksi.
itulah sebabnya, bapak itu segera melanjutkan kalimatnya sebelum saya sempat bertanya.
"saya dulu ketja di asuransi 'dek. udah 20 tahun..."
"oh ya... uda banyak banyak pengalaman dong pak udah expert lah ya pak?" jawab saya dengan nada kaget (dan memang benar saya kaget mendengarnya).
"wah dek' udah busuk malah..." ia tertawa.
"yang namanya piagam tu udah menumpuk di rumah..." lanjutnya.

"trus kenapa ga dilanjutin pak?" saya memberanikan diri bertanya.
"yaaahhh... kantornya udah dijual sama yang punya." jawabnya lirih.

saya kontan melanjutkan, "kenapa ga jadi dosen aja pak?"
"ya... blom pernah kepikiran sih 'dek."

saya semakin bersemangat untuk meyakinkan pak supir bahwa dengan gelar itu dan pengalaman sebanyak itu, ia bisa saja menjadi dosen. toh sekarang bayak dosen yang belum S2 tapi berpengalaman yang diperbolehkan mengajar.

bapak supir kemudian tersenyum, "wah... nanti mungkin akan saya coba. trima kasih atas sarannya ya 'dek."

singkat cerita, taksi ini sudah hampir sampai.
pembicaraan terakhir yang saya ingat adalah bahwa bapak supir ini dulu SMA di 70.
"hebat dong pak!" sahut saya bersemangat. "saya aja dulu mau masuk situ tapi gagal..." saya melanjutkan dengan bersemangat.

"kiri ya pak..."
taksi sudah samapai di depan gang kosan saya.

sambil berjalan ke dalam kosan saya berpikir...
tadi itu sebenarnya kejadian biasa dengan percakapan biasa...

tapi saya belajar satu hal...

sebegitu tidak pastinya hidup sampai orang tidak pernah tau akan dibawa ke arah mana olehnya...
setiap hari... setiap jam adalah tentang ketidakpastian akan apa yang akan terjadi setelahnya...

bapak ini, saya rasa, mungkin pernah berharap...
mungkin pernah merencanakan...
menjalani masa tua sebagai seorang direktur...
atau memulai masa pensiunnya dengan bersantai di rumah karena kariernya begitu menanjak pesat sampai tidak perlu lagi bekerja...

tapi sebegitu tidak pastinya hidup...
banyak pilihan atau tidak punya pilihan lain tampak seperti sama saja...
toh tiap pilihan sebenarnya tidak ada yang menjanjikan sebuah kepastian...

yang saya tahu...
bapak ini pasti sudah memilih...
dan yang saya lihat...
bapak ini menjalani pilihannya dengan kerelaan hati dan semangat yang besar...

bapak ini pasti orang sukses... pikir saya...
karena kesuksesan tidak hanya bicara soal profesi...
kesuksesan bukan tentang uang di sana-sini...atau popularitas tinggi...

kesuksesan adalah tentang bagaimana seseorang menjalani setiap ketidakpastian dengan sebuah keyakinan...
dan bagaimana sebuah keyakinan membawanya kepada sebuah pilihan....
lalu bagaimana ia menjalani... dan berakhir di jalan yang sudah ia pilih...


Minggu, 07 Juni 2009

Kamis, 04 Juni 2009

internal meeting

third day of my job...

i make 1 story line for TVC and 1 copy for print Ad.

then...
the pitching team continue the brainstorm...

while waiting our ECD for internal meeting, we chat many things...

i love to be here...
they're are a good people... with good attitude... and good job of course...

at 5.30 o'clock...
our ECD command us to go to the meeting room.
there are uor ECD, my pitcing team, about 3-4 AE, 1 from proximity, and the owner.

our ECD oopen the meeting
then my friend at my team start to tell the story of the all ideas...

after that,
every one gives critique, input, and comment to each idea...
include the owner...

so the meeting closed by the conclusion and evaluation.

this is my first time...
see the real internal meeting to present the idea at Ad Agency.

thanx God...

overtime work

still second day of my job.

today i join with Avena pitching team to brainstorm some ideas.

over 2.00 o'clock we discuss some ideas which relate to the brief.

it's hard to make an idea that relevant with the brand and it's USP.

so, we keep thinking...
which idea can inform the product clearly.

we decide to work overtime tonight.

we go to the cafe... thinking...
we back to the office... thinking...

i tell my idea...
and it's like nothing for them.

they're so creative...
really smart, hard worker, and quick think...

then, we give about 5 ideas.

it finish at 11.30 o'clock.

my friend gives me 1 taxi voucher to go home because it's already late of night.
so, we go home with 5 ideas to present tomorrow.

my friend and i arrive at Depok at 12.00 o'clock
i sleep at her room for tonight.

i really really tired.

thanx God, for the experiences all this day...

Selasa, 02 Juni 2009

things to do to be a copywriter

today i go to the record studio to fix some TVC voices over.
on the way... my senior said, if you want to be a copywriter... you must :
- watch a lot of movies
- read a lot of books
- hear a lot of radio commercials
- see a lot of ads
- learn about the visual, not just a copy
- writing, of course...

let me see...
from those points... which one i already did??

- watch a lot of movies, eeemmm... sometimes... if I happen to go with 'meong', I go to the cinema.
watch DVD?? seldom...
ok... that is... from now... I must watch a lot of movies.

- read a lot of books...
in the past, yes. but now... ok, i must start to do that habit again.

- hear a lot of rad-com?
oh no... i never do this... hahahahaha...
let's do it... from now...

- see a lot of ads
yeah... because of 'meong'... i habitual to do this one.

- learn about the visual, not just a copy
no comment... just do it...

- writing...
I have been doing.

Senin, 01 Juni 2009

a simple story to start my day

second day at my office.

i walking out from my room at 7.00 o'clock. i think i will go with my friends by bus.
but i can't contact her.

so, i go by train.
while i waiting for the train, i sit at one chair at station.

then one train ic coming.
from far away, i see that train is full of people.
it's already 7.15 o'clock, so i decide too keep go by this full train.

until...
"auch...!"

somebody from up the train is throwing me with a little stone.

that stone hit my lips...

shit! it's hurt...

oke, i turn back to the chair and wait for the next train.

someone who sit beside me said that there is a train to Jakarta will come early.

he's right, one train coming and nat too full like before.

so i went by this train.

luckily, a good man please me to sit while he stand from his chair.
so i sit from depok to jakarta.

i arrive at cawang station at 8.00 o'clock.
i went by bus to Hero building.
Gatot Subroto street ia crowded at the morning...
luckily again, there is one empty chair.
so i take that empty chair and sit comfortly.

i'm a little bit panic because the street is very crowded and it's already 8.15 o'clock.

i arrive at Hero building at 8.25.

i walk faster to 7 floor and take my absent card exact 8.30 o'clock.
then i make a glass of sereal, chat with my friend, then turn of this computer to write this simple story to start my day.

thanx God for this morning...
please stay with me all this day...
and help me to do my work...

Minggu, 31 Mei 2009

start to learn to write in english

write anything...
just write...

if it can improve your english...

because i find my self...
at one situation...
that push me... to write in english...

this is a challange...
then face it!!

try to face the real situation

this is my first day at BBDO...
internship as a copywriter

the journey to coming here is bad...
go to the office... by train... in the morning...
while all people go to their office... seems like a crazy trip...
full, hot, smells bad, hectic... etc...

after all those unplesure situation...
finally...
i'm at the office now...

i try to do semthing...
so i open my yahoo...

oke...
someone wants to say hello at yahoo messager...

1. it's her... "ber, uda sampe BBDO blom??"
2. i'm thinking...
"not her bussiness..."

then, her question after thas is so surprising me...
3. "lo dimana ber? kok gw ga liat lo?"

4. shock...

5. breath deeply...
and try to face the real situation...

tentang hari ini yang belum tahu bagaimana akhirnya...

keputusan saya buat berada di kantor ini... hari ini...
berdasar pada 1 alasan... dari sebuah kalimat yang cukup memberikan inspirasi buat saya...

"kalau kamu hanya melakukan apa yang kamu tahu kamu bisa lakukan, kamu tak akan bisa melakukan banyak hal..."

saya�bisa aja berada di tempat lain hari ini... dengan tanggung jawab dan profesi yang lain... dengan hal lain yang harus dikerjakan juga...
sesuatu yang saya yakin bisa gw lakukan...

tapi pikiran saya terus-menerus beralih ke kalimat di atas... entah karena butuh pembenaran untuk tetap berada di sini... atau memang jalan itu yang harusnya saya ambil...

dimulai dari 2 jam yang lalu saya sampai di tempat ini... ada 2 hal yang terus berkelibat di otak saya... :
1. menarik nafas panjang sambil berkata dalam hati "oh God..."
2. this is the challange... face it with faith,,, then fight...

lalu saya ingat 1 prinsip lain yang pernah saya alami...

"apa yang kamu harapkan adalah apa yang akan terjadi"

jadi dimulai dengan tulisan ini... saya mulai berharap...

berharap untuk bertahan pada keputusan yang sudah saya ambil...
berharap untuk mampu menjalani tantangan dan keluar dengan membawa sesuatu...

berharap untuk bisa melakukan banyak hal setelah mencoba melakukan hal yang saya tidak tahu apa saya bisa melakukannya atau tidak...

Jumat, 22 Mei 2009

bersyukur...

bersyukur bukan karena memiliki segalanya...
tapi karena memiliki setidaknya 1 hal yang bisa dibanggakan...
1 hal yang tidak dimiliki orang lain...

bersyukur bukan karena punya banyak uang untuk belanja ini-itu
tapi karena punya sedikit uang lebih untuk membeli hal yang paling diinginkan...

bersyukur bukan karena bisa memuaskan semua keinginan diri...
tapi karena kepuasan didapat atas rasa syukur dalam diri...

bersyukur bukan nanti kalau sudah jadi orang sukses...
tapi bersyukur karena kesuksesan yang sudah diraih saat ini...

bersyukur bukan ketika berada di atas, sedangkan yang lain di bawah...
tapi bersyukur karena ada orang-orang yang selau rela mendorongmu terus naik...
dan tetap menemanimu saat kamu jatuh...

bersyukur bukan setelah mendapat banyak barang-barang baru...
tapi karena barang-barang yang dimiliki sekarang maih bisa digunakan...

bersyukur bukan karena kamu sendiri yang paling sukses...
tapi bersyukurlah
ketika kebaikanmu membuat banyak orang dapat meraih kesuksesan mereka...

bersyukur bukan karena banyak orang yang memuji...
tapi karena banyak teman yang menegur ketika kamu salah...

bersyukur bukan karena hasil kerjamu dinilai paling bagus...
tapi karena selama proses kerja itu, ada orang-orang hebat yang menopangmu...

bersyukur bukan karena menjadi paling pintar
tapi bersyukur...
karena selalu bisa belajar banyak hal...


Rabu, 20 Mei 2009

"kalau saya jadi client, saya akan pilih agency ........."

di semester yang melelahkan ini, ada 1 mata kuliah yang menguras amat sangat banyak tenaga dan pikiran...,
dan uang tentunya...

namanya PRAKTIKUM PERIKLANAN...

bantuk kuliahnya kurang lebih seperti sebuah simulasi pembuatan kampanye iklan dari awal ketemu client, riset company & produk, bikin big idea, strategi media, strategi pesan, nyusun kegiatan IMC pendukungnya, media budgeting, sampe eksekusi iklan dan semua materi promosinya.

untuk tahun ini, dosen gw ngambil produknya "telkom fixed-line", dengan marketing objective : meningkatkan penggunaan telpon rumah oleh target market. karena katanya walaupun pemasangan terus meningkat, tapi penggunaannya menurun.

akhir dari perkuliahan dan nilai akhir untuk mata kuliah ini ditentukan melalui sebuah plan book yang berisi rancangan kampanye selama 1 tahun dan simulasi pitching oleh 5 kelompok.
5 kelompok itu seolah mewakili 5 agency yang akan ikut pitching untuk menjawab permasalahan komunikasi si client telkom ini.

gw dan keempat temen gw menamakan kelompok kami CREME DE LA CREME advertising agency.

biaya yang dikeluarkan berbanding lurus dengan usaha yang tidak kalah besarnya.
dari mulai ganti big idea plus semua rancangan eksekusi 2 minggu sebelum hari H pitching, shooting TVC yang ribet banget, nge-design print Ad sampe harus begadang, berkelana di jalan raya jam 3 pagi karena video ga bisa di capture jadi harus ke rumah2 temen, sampe ga tidur sama sekali buat nemenin ngedit H-1 pitching.

belom lagi materi presentasi flash player yang tiba2 nge-hang trus mendadak ilang, kabel handyCam yang ketinggalan, ga enak badan karena berhari-hari kurang tidur, pokoknya banyak banget deh rintangannya.

akhirnya, minggu lalu creme de la creme sudah pitching bersama 2 agency lainnya.
cukup mulus presentasi kami... hanya kurang sedikit persiapan jadi terlihat agak canggung.
dan hari ini adalah pitching 2 agency yang tersisa.

setelah semuanya selesai presentasi, setiap agency diberi komentar, saran, dan kritik masing-masing.

lalu sampailah pada bagian yang ditunggu2...

untuk semua usaha yang bikin kepala mau pecah, akan dibayar pada bagian ini.

akhirnya gw percaya apa kata The Secret, bahwa apa yang kamu pikirkan dan harapkan, akan dikembalikan kepadamu.

kuliah praktikum periklanan semester ini berakhir dengan kalimat dari dosen gw :
"kalau saya jadi client, saya akan pilih agency.... CREME DE LA CREME!!"